Hai teman, Perkenalkan nama aku suci indah sari. Biasa dipanggil indah tapi terserah kalian mau
manggil apa karena itu gak penting. Ok, di kiriman aku yang ke-3 ini aku mau nyeritain pengalaman
nyata temanku seminggu yang lalu tepatnya hari senin. (aku tahu karena teman aku yang nyeritain).
Tapi tokoh nya aku aja ya.
Sore itu aku dan temanku sedang berjalan-jalan di taman. (saat ini umur kami sama 16 tahun) Karena
lelah kami duduk di sebuah pohon beringin yang besar. Aku dan temanku mengobrol-ngobrol, walau
kadang kami tertawa keras. Orang-orang tidak akan menatap aneh ke arah kami karena kami sudah
sering duduk disini.
Kami tidak pernah takut untuk duduk disini karena kata orang pohon ini angker, karena dulu ada
anak kecil cewek gantung diri disini gara-gara orangtuanya cerai. Tapi sore ini terasa berbeda, angin
berhembus lebih kencang dari biasanya dan seringkali nadia (temanku ) menatap kebelakangku
dengan pandangan takut.
Kebetulan juga nadia punya mata batin atau sering disebut indra ke-6. "nad, lo kenapa sih ngeliat
kebelakang gue mulu" tanyaku. "dah, pulang yuk!" ajaknya. Aku menatapnya bingung. "udah ah
jangan banyak tanya, cepet" katanya sambil menarik tanganku. Aku terpaksa mengikutinya.
Diperjalanan selalu tercium bau melati, sangat menyengat.
Nadia juga diam saja sambil sesekali menengok ke belakangku. "nad, kenapa sih! Ngomong donk!
Jangan bikin suasana jadi horor" pintaku. Dia makin keras mengenggam tanganku dan menarik
lenganku agar berlari cepat. Aku hanya mengikutinya dengan bingung. Sesampainya dirumah aku
dan nadia langsung masuk dan mengunci pintu.
Setelah mengatur nafas dia melihat kebelakangku dan lega. "nad kenapa sih?" tanyaku. "nggak, hari
ini orangtua lo gak ada kan?" tanya nya. "iya, mereka lagi nengok bibi yang lgi sakit" jawabku.
"mm.. Gue nginep ya? Sekalian nemenin" pintanya. "boleh, boleh banget kok! Oh iya aku mandi ya"
pamitku. Dia mengangguk dan tersenyum lalu aku berjalan ke kamar mandi. Dikamar mandi, aku
merasa seperti ada yang menemaniku.
Lalu saat aku menyalakan sower dan matapun tertutup samar-samar aku melihat anak kecil sedang
duduk di toilet, setelah kubuka mata anak kecil itu tak terlihat lagi. Karena takut aku mandi terburu
buru dan langsung keluar dengan memakai handuk. Saat keluar aku menceritakan semuanya sama
nadia dan dia terlihat kaget lalu terlihat berfikir "ya sudah kamu tenang ajah, aku mandi dulu ya"
hiburnya. Aku mengangguk lalu ke kamar.
Setelah memakai baju aku ke kaca rias untuk menyisir. Aku terkaget saat di kaca aku melihat
bayangan anak gadis kecil sedang duduk di kasur sambil menatapku tajam. Aku berbalik dan sosok
itu menghilang. Tapi tiba-tiba rambutku seperti ada yang menjambak, karena sakit aku menangis dan
meminta tolong. Rasanya sangat perih sekali serasa rambutku kayak mau rontok semua. Kudengar
langkah kaki seseorang lalu membuka pintu. Ya, itu nadia. Dia terlihat membaca sesuatu dan gelap,
ya aku pingsan.
Aku membuka mata dan terlihat nadia sedang menatapku khawatir. Aku terbangun dan bertanya
"tadi gue kenapa nad?" tanyaku lirih. "jadi gini, sejak kita ngobrol di pohon beringin gue ngeliat ada
anak kecil bermuka pucat ada di samping lo sambil melotot ke arah lo terus saat dia mau nyekik lo
gue langsung ngajak lo pulang, saat diperjalanan juga dia selalu ngikutin lo sambil melotot karena
ngeri gue narik lo, dan saat lo dijambak rambutnya anak itu mau nyekik lo. Kuku nya yang tajam
udah ke permukaan kulit lo tapi untungnya gue baca ayat kursi dan dia hilang", jelasnya panjang
lebar. "tapi kenapa dia mau nyekik gue?" tanyaku. Dia mengangkat bahu. Setelah itu kami salat
bersama dan membaca yasin agar kejadian ini tak terulang lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar