Senin, 25 April 2016

jubah hitam

Hai friend, perkenalkan namaku suci indah sari biasa dipanggil indah tapi terserah kalian mau

manggil apa karna itu gak penting. Di kiriman aku yang ke-5 ini seperti biasa aku akan menampilkan

kisah imajinasi aku karna aku suka sekali melamun. Ok tanpa banyak bicara lagi kita mulai ceritanya.

Pagi yang cerah, aku sudah sampai di sekolah. Tapi tumben satpam sekolah belum membukakan

pintu padahal sekarang sudah jam 6.15 pagi. Aku segera membuka kunci karna kebetulan tidak

digembok.

Setelah berkeliling sekolah suasana sangat sepi sekali, lalu kurasakan ada yang memegang pundak

ku. Saat aku menoleh ternyata itu pak satpam. "ih bapak! Ngagetin aja" kataku sebal. "maaf dek, ng..

Ngapapin disini? Bukan nya hari ini libur?" tanya pak satpam. "oh libur! Pantesan suasananya sepi

gini, maaf ya pak kemarin saya gak masuk jadi gak tau" ucapku.

"gak apa-apa dek, mendingan adek pulang saja bahaya!" suruh pak satpam. Aku mengangguk lalu

berjalan pergi. Aku masih bingung apa maksud pak satpam? Kenapa dia bilang bahaya? Ah,

sudahlah. Saat aku lagi nungguin mobil jemputan, ada sms dengan no gak dikenal berisi "cepat

kembali ke sekolah bila ingin melihat hal yang menarik".

Karena penasaran aku langsung berlari masuk ke sekolah, aku terkaget saaat kulihat pak satpam

jatuh tersungkur dan disampingnya terdapat jubah hitam sedang mengangkat kapaknya tinggi-tinggi.

Aku tak bisa dengan jelas melihat wajahnya karena dia membelakangiku. Aku segera berlari,

kutengok ke belakan jubah hitam itu mengejarku. Dia tidak bermuka. Aku masuk ke ruang guru dan

langsung mengunci pintu.

Kulihat jubah hitam itu melayang hampir sampai kesini. Aku mengumpat di kolong meja, tiba-tiba

ada yang menepuk pundak ku. Seketika badanku kaku, aku tak mampu menengok ke belakang. "hei,

tenanglah" bisik seseorang dibelakang ku itu dan ternyata bagas pacarku. "gas! Kok ada disini?"

tanyaku sambil berbisik juga. "aku juga gak tau hari ini libur" jelasnya. Tiba-tiba terdengar ada yang

membongkar pintu guru dan jubah hitam itu masuk.

Keringat dingin keluar dari dahiku. "tahan nafas, dia gak punya wajah tapi dia bisa mencium bau"

jelasnya. Aku mengangguk lalu tahan nafas. Dengan perlahan lahan kami berjalan melewati jubah

hitam itu tapi saat di pintu tak sengaja aku bersin. Jubah hitam itu menengok dan mengangkat kapak,

tapi untung saja tak kena. Kami langsung berlari keluar. "mama! Tolong ma!" teriak ku. Bagas

membekap mulutku lalu menarik ku masuk ke kelas kami.

Dikelas sangat gelap walau matahari di pagi ini cerah tapi karena ada gorden yang menutupi jadi

gelap. Ditengah sunyi itu aku berbisik "gas, kok gelap banget sih". Tapi tak ada sahutan dari bagas.

"gas..! Bagas! Kamu dimana" kataku setengah berbisik. Tiba-tiba lampu menyala dan kulihat

diseluruh ruangan hanya ada jubah hitam dimana-mana. Aku berteriak dan menutup mata, aku

berusaha membaca doa apa saja yang aku bisa.

Karena sudah terlalu lama hening aku membuka mata. "Happy Birthday Indah, Happy Birthday

Indah, Happy Birthday... Happy Birthday... Happy Birthday.." teriak semua murid temanku dengan

memegang topeng dan jubah. Disebelahku ada bagas memegang kue. Aku menangis terharu. "ih

kalian bisa aja sih bikin kejutan nya! Menegangkan banget tau buat aku" teriak ku sebal. Mereka

semua tertawa. "eh, tapi kok tadi kalian ngancurin pintu ruang guru sih? Terus nyerangnya beneran

lagi" tanya bagas. "kita gak ngancurin pintu koq, cumam ngejar-ngejar doang" kata salah satu

temanku.

Deg! Seketika kelas jadi hening. "te.. Terus.. Apakah pak satpam ma.. Mati beneran?" tanyaku

sambil menunjuk pak satpam yang terkujur kaku dengan darah mengalir di leher, perut, dan

kepalanya. Kelas menjadi dingin dan mencengkam.

Lalu kulihat dipojok kelas paling belakang ada 1 jubah hitam dikelilingi oleh asap hitam pekat belum

melepas jubahnya. Dia juga mengangkat kapak nya, apa jangan-jangan.. Dia?! Aku menatap takut ke

arahnya. Semua mata langsung menuju ke sudut kelas... Dan jleb! Terciumlah bau anyir darah

dikelas ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar